Surat jalan
| Deskripsi | Jml |
|---|---|
| Semen 50 kg | 40 sak |
| Besi beton 10 mm | 60 batang |
Mohon periksa barang dan catat kekurangan atau kerusakan sebelum menandatangani.
Daftar barang dengan jumlah dan satuan, nomor kendaraan, dan nama penerima. Harga tersembunyi secara bawaan, dan tidak ada data yang diunggah.
Gratis, tanpa daftar. Tidak ada yang Anda isi keluar dari browser.
Contoh yang sudah terisi. Angka Anda menggantikan angka ini.
Contoh yang sudah terisi dan bisa Anda ubah di Word, Excel, Google Docs atau Sheets. File Excel menghitung ulang saat Anda mengubah jumlah atau harga.
Surat jalan adalah dokumen yang ikut bersama barang ketika barang dikirim. Sopir membawanya, gudang penerima mencocokkan isinya dengan barang yang turun dari mobil, lalu penerima menandatanganinya. Lembar yang sudah ditandatangani itu kembali ke pengirim sebagai bukti bahwa barang sudah sampai, dalam jumlah yang tertulis, pada tanggal itu.
Surat jalan tidak menagih uang. Ia hanya menjawab pertanyaan: barang apa, berapa banyak, dikirim dari siapa, untuk siapa, dan siapa yang menerimanya.
Dalam satu penjualan grosir, surat jalan, invoice dan kwitansi sering berjalan berurutan. Barang dikirim dengan surat jalan, invoice menyusul dengan nomor surat jalan sebagai rujukan, dan kwitansi terbit ketika pembeli membayar. Ketika pembeli bertanya kenapa ditagih 120 karton padahal merasa menerima 100, surat jalan bertanda tangan itulah yang menjawab.
Satuan sama pentingnya dengan angka. Tulisan 50 tanpa satuan bisa berarti 50 pcs atau 50 karton isi 24, dan selisihnya baru ketahuan saat stok dihitung. Tulis satuan di setiap baris, dan jika satu karton berisi beberapa pcs, sebutkan isinya di nama barang.
Surat jalan dipegang banyak orang: sopir, kenek, petugas gudang, satpam di gerbang penerima. Mereka perlu tahu jumlah barang, bukan harganya. Karena itu di alat ini harga otomatis disembunyikan. Jika pembeli Anda memang meminta harga ikut tercetak, misalnya untuk pengiriman eceran yang langsung dibayar di tempat, nyalakan sakelar untuk menampilkan harga dan totalnya muncul di dokumen.
Kebiasaan yang lazim adalah tiga rangkap: satu untuk penerima, satu dibawa kembali ke pengirim setelah ditandatangani, dan satu untuk sopir atau ekspedisi. Usaha kecil yang mengantar sendiri sering cukup dengan dua. Yang penting, lembar yang kembali ke Anda harus memuat tanda tangan penerima, karena lembar tanpa tanda tangan tidak membuktikan apa pun.
Cetak beberapa salinan dari PDF yang sama, atau tulis keterangan seperti Lembar 1: Penerima dan Lembar 2: Arsip Pengirim di bagian catatan supaya setiap lembar jelas tujuannya.
Catatan selisih yang ditulis di tempat jauh lebih kuat daripada keluhan lewat telepon dua hari kemudian. Bagi pengirim, catatan itu juga memberi tahu apa yang harus dikirim ulang atau dikurangi dari invoice.
Invoice untuk pengiriman ini mencantumkan SJ-2026-0187, sehingga tagihan dan bukti penerimaan barang bisa dicocokkan satu per satu.
Tidak. Bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang, surat angkutan barang, dan surat sejenis termasuk dokumen yang bukan objek bea meterai, jadi surat jalan tidak perlu ditempeli meterai.
DJP mencantumkan bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang serta surat angkutan penumpang dan barang sebagai dokumen yang bukan objek bea meterai. Direktorat Jenderal Pajak, Bea Meterai (UU No. 10 Tahun 2020)
Beri nomor surat jalan secara berurutan dan jangan pakai ulang nomor yang batal. Tandai saja sebagai batal dan simpan. Simpan lembar bertanda tangan bersama invoice yang merujuknya, karena pada saat penagihan, dua dokumen itu selalu dibaca bersama.
Pilih jenis dokumen Surat jalan. Harga tersembunyi secara bawaan, ada kolom nomor PO, nomor kendaraan dan nama penerima, dan dokumen bisa diunduh sebagai PDF, Word atau Excel, dicetak, atau dikirim lewat WhatsApp. Semuanya tersimpan di browser pada perangkat Anda tanpa diunggah ke mana pun.
Sumber terakhir diperiksa 2026-10-23